TAJUK BISNIS INDONESIA: Menyukseskan Amnesti Pajak


Hari ini program pengampunan pajak dijadwalkan mulai berlaku secara efektif. Di tengah keraguan banyak pihak, pemerintah yakin bahwa program pengampunan pajak alias tax amnesty itu bakal menuai sukses.

Berdasarkan Undang-undang Pengampunan Pajak yang telah disetujui parlemen, program tax amnesty itu berlaku hingga 31 Maret 2017 mendatang. Intinya, melalui ketentuan undang-undang itu, wajib pajak yang selama ini menyembunyikan harta kekayaannya untuk menghindar kewajiban perpajakan diampuni kesalahannya.

Mereka akan tidak di check rekam jejak perpajakannya sampai 2015, serta juga akan dilindungi kerahasiaan data perpajakan yang dipunyai.

Prasyaratnya, tidak ikut serta tindak pidana umum serta tindak korupsi. Prasyaratnya juga, mengungkap harta kekayaan yang sampai kini tidak dilaporkan dengan membayar uang tebusan sesuai sama tarif yang ditata dalam undang-undang itu.

 

Ada tiga skenario tax amnesty, yaitu lewat skema repatriasi dana luar negeri ke Indonesia, deklarasi luar negeri (mengungkap kekayaan diluar negeri), serta deklarasi dalam negeri (mengungkap harta kekayaan atau aset didalam negeri).

 

Pasti, semasing dengan tarif tebusan berlainan, yang dipandang memberi insentif untuk beberapa yang memiliki dana baik diluar negeri ataupun dalam negeri untuk ikuti amnesti pajak.

 

Tarif yang berlaku juga dibedakan untuk proses amnesti dalam tiga kurun saat, yaitu sampai akhir September serta akhir Desember th. ini, dan akhir Maret 2017. Tarif sekitar dari 2% sampai 10%. Pemerintah berkeyakinan kalau program tax amnesty ini juga akan berhasil karna di dukung automatic exchange of information atau keharusan keterbukaan data keuangan dengan yang berlaku dengan internasional pada 2018 yang akan datang.

Dengan itu, semuanya negara juga akan sangat terpaksa buka data keuangan serta perbankan, hingga tak ada tempat sekali lagi untuk sembunyikan aset keuangan. Diinginkan lewat program yang berdurasi 9 bln. itu juga akan didapat pendapatan dari uang tebusan Rp165 triliun, dana repatriasi sekurang-kurangnya Rp1. 000 triliun, serta deklarasi paling tidak Rp4. 000 triliun.

 

Beberapa entrepreneur yang awal mulanya skeptis serta menyangsikan program amnesti pajak itu akhir-akhir ini juga mulai percaya kalau tax amnesty juga akan berhasil. Ini karna ada asumsi awal kalau amnesti pajak cuma menyangkut repatriasi dana dari luar negeri.

 

Walau sebenarnya, potensi yang besar malah dari deklarasi baik dari luar negeri serta terutama dari dalam negeri sendiri. Harian ini berkeyakinan, amnesti pajak juga akan berhasil jika pemerintah dapat membuat trust pada beberapa entrepreneur, baik usaha besar ataupun usaha kecil serta menengah dan harus pajak individu, kalau program amnesti pajak ini juga akan untungkan mereka dalam periode panjang.

 

Terkecuali jaminan kerahasiaan data, juga benefit ekonomi serta finansial yang juga akan didapat dalam periode panjang, untuk jadi harus pajak yang taat lewat program amnesti pajak. Dasarnya, butuh kepercayaan yang kuat kalau menyimpan uang di Indonesia, serta jadi harus pajak yang taat, juga akan peroleh benefit finansial yang tambah baik di masa mendatang.

 

Pastinya, ini bukanlah sebatas kerahasiaan data, namun juga potensi usaha yang tambah baik, kenyamanan, keringanan dan keyakinan atau trust yang tinggi pada pemerintah. Pasalnya, negara beda juga saat ini memakai beragam langkah untuk melindungi supaya dana-dana yang dipunyai warga negara Indonesia tetaplah tinggal di negara mereka, termasuk juga dengan memberi iming-iming membayari uang tebusan.

 

Bahkan juga disebut-sebut beberapa warga negara Indonesia ditawari jadi warga negara di negara jiran, serta dibebaskan pajaknya. Ini memberikan indikasi kalau persaingan perebutan merebutkan likuiditas demikian sengit diantara sesama negara di Asean.

 

Oleh karenanya, jika pemerintah tidak menanggapi info serta tanda itu dengan lebih pandai, potensi penerimaan yang dipandang besar itu bebrapa dapat malah banyak yang juga akan lolos.

Terlebih, rezim perpajakan di Indonesia belum juga seutuhnya nyaman, baik dari bagian tarif ataupun transparansi. Disadari atau tidak, tarif pajak di Indonesia masih tetap kalah berkompetisi dengan negara tetangga. Diluar itu, system manajemen serta administrasi perpajakan juga banyak lobang disana-sini, termasuk juga diantaranya karena sumberdaya manusia yg tidak sepadan dengan jumlah harus pajak serta potensi harus pajak yang ada.

Program pengampunan pajak seyogianya jalan bersamaan serta bersama-sama dengan reformasi perpajakan secara detail. Jangan pernah kita kehilangan momentum untuk melakukan perbaikan rezim perpajakan yang banyak bolong disana-sini.
Sumber: http://www.siamplop.net

About the author: Amatc

Related Posts