Begini ceritanya, Mengapa albumin bisa terdapat dalam Kencing?

Inmalaynews – Seperti apakah bentuk ginjal? Ginjal berbentuk kacang, organ berpasangan yang berada di bawah tulang rusuk, di bagian belakang di kedua sisi tulang belakang. Meskipun ginjal melakukan berbagai fungsi yang penting untuk berfungsinya tubuh kita secara sehat, menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya dalam bentuk urin, pastinya merupakan salah satu fungsi utama ginjal. Inilah alasan mengapa, analisis urin bisa memberikan wawasan mengenai kondisi ginjal.

Ginjal mengeluarkan toksin dan limbah metabolik bersama dengan garam mineral serta air yang berlebih. Jika urin mengandung zat yang biasanya diserap kembali ke dalam darah dan tidak tersaring, itu adalah indikasi adanya masalah ginjal. Kehadiran kadar albumin dalam urin juga merupakan indikator malfungsi ginjal. Albumin adalah protein yang memfasilitasi penyimpanan cairan dalam darah, dan dalam keadaan normal, albumin tidak boleh melewati glomerulus atau saringan ginjal. Baca juga : http://www.melayupost.info/2016/12/3-punca-kecing-berdarah.html

Albumin adalah protein serum yang ditemukan di plasma darah. Ini melakukan fungsi vital untuk mengatur volume cairan dan tekanan onkotik darah. Karena albumin memiliki muatan listrik negatif dan ukurannya juga besar, ginjal yang sehat tidak menyaring albumin sebagai limbah. Jika urinalisis menunjukkan adanya jumlah albumin atau protein lain yang disebut immunoglobulin, seseorang didiagnosis dengan proteinuria. Proteinuria mengacu pada kehadiran protein dalam urin. Umumnya protein bisa masuk ke air kencing jika saringan ginjal bisa meradang atau tidak berfungsi dengan baik karena penyakit ginjal atau kondisi medis lainnya.

Mereka yang menderita hipertensi atau diabetes berisiko tinggi mengalami jejak albumin dalam urin (mikroalbuminuria). Bila kadar albumin dalam urin cukup tinggi, seseorang dikatakan menderita makroalbuminuria. Terkadang, peningkatan kadar albumin dalam darah juga bisa menjadi tanggung jawab atas kehadiran protein ini dalam urin. Oleh karena itu, penting bahwa kadar albumin dalam plasma darah juga dipantau bersamaan dengan albumin urin. Dalam keadaan normal, konsentrasi albumin dalam urin harus berada di antara 0-8 mg / dl. Jika hasil urinalisis menunjukkan tingkat albumin yang tinggi, fungsi ginjal harus diuji dan langkah-langkah harus diambil untuk mengembalikan albumin dalam kisaran normal.

About the author: Amatc

Related Posts