Mata Pencaharian Penduduk Pulau Pari

Pulau Pari merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau ini terletak di tengah gugusan pulau yang berjajar dari selatan ke utara perairan Jakarta. Dengan pantainya yang berpasir putih serta memiliki perairan yang bening kehijauan, pulau ini menjadi salah satu objek wisata yang cukup terkenal di Kepulauan Seribu. Kunjungi : ngetriplagi.com

Mengenal Penduduk Pulau Pari dan Mata Pencahariannya

Pulau Pari hanya memiliki 1 RW yakni RW 04 dan 4 RT dengan jumlah penduduknya 930 orang yang merupakan campuran dari berbagai macam suku seperti Bugis, Jawa, Betawi, Sunda serta Bima. Sehingga bahasa yang digunakan dalam pulau ini adalah campuran dari kelima suku tersebut. Seluruh dari penduduk di pulau ini beragama Islam, maka tak heran jika ada dan kebudayaannya masih dipengaruhi unsur agama Islam. Mayoritas mata pencaharian dari penduduk pulau yang memiliki bentuk hampir mirip ikan pari ini adalah nelayan. Bahkan pada saat musim liburan tiba, sebagian besar penduduk beralih profesi menjadi tour guide. Sedangkan sisanya memiliki profesi sebagai:

  1. Pedagang
  2. Buruh
  3. PNS
  4. Wiraswasta
  5. Petani

Dengan dijadikannya Pulau Pari sebagai kawasan wisata, membuat penduduk setempat bisa bangkit kembali setelah roda ekonomi penduduk pulau ini yang sempat terpuruk karena hancurnya budidaya rumput laut yang disebabkan oleh limbah. Perkembangan budidaya rumput laut yang dikembangkan oleh masyarakat setempat membuat pemerintah mendukung apa yang mereka lakukan tersebut. Sehigga LIPI mendirikan pusat penelitian rumput laut disana yang fungsinya untuk tempat penelitian rumput laut secara mendalam, yang ternyata keberhasilan dibidang rumput laut ini maju dengan pesat dan membuat penghasilan warga dari hasil rumput lautnya juga meninngkat. Namun, kejayaan ini hanya bertahan selama 2 tahun saja, karena adanya limbah yang tak dapat terelakkan. Namun, hal tersebut tidak benar-benar mematikan semua budidaya rumput laut penduduk setempat yang ada. Masih ada sebagian rumput laut yang dibudidayakan yang masih bisa berlanjut dikelola sampai sekarang hingga saat ini.

About the author: Amatc

Related Posts